Tittle : he's not for me (oneshoot)
genre : school life
rating : 13+
cast : Lee Ji Hyun (OC), Cho Kyuhyun, Lee Donghae
support cast : Song HyuRa (Ji Hyun's friends)
mumpung lagi libur gue iseng bikin FF. biar jadinya jelek tapi harus tetap di publis karena udh capek2 buatnya hehe :D
cerita ini hanyalah sebuah karangan yang dibuat oleh gue sendiri tanpa jiplak ataupun jiplik :v. inspirasi dibagian awal kisah nyata makin ke akhir makin aneh :/, awalnya siih mau bikin kisah hidup sendiri tapi makin kesini ceritanya makin ngawur dan gak sesuai sama yg direncanakan. but i hope you like ;)
WARNING: nama yang digunakan di FF ini hanyalah pinjaman!!!, dan satu lagi di FF saya terdapat koma dan titik yang tidak sesuai ditempat jadi harap dimaklumin dan juga saya udh peringatin dari awal. jika ada yang terinspirasi sama sedikit bagian cerita ini boleh kok bikin yang lebih baik dari cerita yang saya buat dan lebih panjang ^^ *bow
HAPPY READING
Nama ku Lee
Ji Hyun, aku adalah gadis berusia 16 tahun yang saat ini bersekolah disalah
satu sekolah ternama, termahal, dan terpopular dikorea. Aku tinggal sendiri di
Korea karna eomma ku berkerja di China dan appa ku di Jepang.
Dan kalian
pasti pernah merasakan cinta pertama saat masih menginjak masa ABG dan begitu
juga aku. Cinta pertama di mulai saat aku berusia 13 tahun haha… aku masih
sangat kecil saat itu.
aku menyukai
seorang namja yang yah… bisa dibilang cukup popular disekolah, aku menyukainya
sejak Sekolah Menengah Pertama saat berada di kelas 8 jadi sekitar 3 tahun
sudah aku menyukainya, saat ini kami kelas 11. Menakjubkan bukan kami biasa
masuk ke Sekolah Menengah Atas yang sama, aku sengaja mencari tahu dimana dia
akan melanjutkan sekolahnya jadi kami bisa satu sekolah lagi, walau aku harus
sedikit menyogok gurunya untuk menerima aku masuk kesekolah ternama ini karena
nilai ku yang bisa dibilang tak akan cukup untuk masuk kesekolah ini.
Cho Kyuhyun
nama namja itu, dia tampan, cerdas, tapi sangat brandal. brandal yang ku maksud
dia sangat liar, sombong, bermulut pedas, dan suka berbalapan mobil. Walau
begitu bagi ku dia adalah namja yang lucu.
“Hey Ji
Hyun-ah! apa kau mendengarkan apa yang ku ucapkan sedari tadi?” teriak
seseorang disamping ku
“wmo?? Tentu
saja HyuRa-ah” HyuRa adalah teman pertama ku saat masuk SMA, dan dia tahu kalau
aku menyukai Kyuhyun
“baiklah
kalau kau mendengar, ceritakan kembali apa yang ku katakan pada mu!”
“aaaaaaaaaaaaku
lupa HyuRa-ah” sebenarnya aku tak mendengarkan apa yang dikatakannya tadi aku
sedang memikirkan Cho Kyuhyun, ku dengar dia menjalin hubungan dengan murid
dari sekolah lain.
‘aish! Apa
Cho Kyuhyun tak tahu perasaan ku! padahal aku sudah menunjukkan tanda-tanda
bahwa aku menyukainya, kurasa pun dia pasti sudah tahu’ pikirku saat pertama
mendengar kalau Kyuhyun sudah mempunyai kekasih dan yang tak ku habis pikir
bukan kah dia baru putus dengan pacarnya kenapa sudah punya pacaran lagi
“Yak!! Ji
Hyun jangan termenung, haa kau pasti memikirkan namja itu. Sudahlah jangan
memaksa begitu, namja didunia ini tidak hanya satu cobalah melupakan namja itu
dia terlalu playboy kalau menurutku”
“sudah ku
coba tapi tetap saja kalau melihatnya jantung ku slalu berteriak ‘Cho Kyuhyun
aku mencintai mu!’”
“aish kau
saja yang berlebihan, cha kita ke kelas. Ingat! Jangan termenung hanya karena
memikirkan namja itu!”
“arraseo Kim
HyuRa”
(????????????????????)
>Class<
“Mian aku
terlambat” ucap seorang namja yang baru masuk ke kelas padalah pelajaran sudah
dimulai dari tadi
“Cho Kyuhyun
sudah jam berapa ini? Apa kau tak punya jam dirumah mu”
“tapi
songsaenim…”
“jangan
memberi alasan macet atau pun sakit perut, kau sudah sering terlambat dan hanya
itu alasan mu. Sekarang kau boleh keluar dan jangan masuk ke kelas ku!”
Namja yang
terlambat itu hanya menurut dia berbalik lalu pergi meninggalkan kelas,
sejujurnya aku tak tega tapi aku juga tak bisa berbuat apa-apa.
(????????????????????)
“kau tak
apa?” Tanya ku pada seorang namja yang duduk sendiri di taman sekolah
“aish kau
ini untuk apa kesini? Aku sudah punya yeojachingu! Carilah namja lain yang mau
menerima mu apa adanya! Kau tahu? Kau bukanlah tipe ideal ku! Aku menyukai
yeoja yang cantik, pintar, dan tinggi sedangkan kau hanya kebalikan dari
semuanya!”
Ucap namja
itu tanpa menatap ku. Ucapannya sungguh menyakiti ku, jika dia tidak menyukai
ku haruskah dia mengucapkan alasannya yang begitu menyakitkan? Apakah dia tak bisa mencari alasan lain yang
setidaknya tidak menyakiti ku?
Aku tahu aku
yeoja pendiam, jelek, bodoh dan pendek. Tapi setidaknya dia sedikit menghargai
ku! Aku langsung pergi dari situ, air mata ku mendesak keluar.
‘aku tak
boleh menangis! aku tak boleh menangis!” isak ku dalam hati
“Ji Hyun-ah
gwaenchana?” aku melewati HyuRa yang menanyakan keadaan ku
Aku langsung
berlalu masuk ke kelas tak memperdulikan semua siswa dan siswi yang melihatku.
Sesampai ku dikelas air mata ku pun mengalir dengan derasnya karena sudah
ditahan dari tadi, aku tak percaya dia bisa mengatakan itu pada ku
“tak ada
namja sekejam itu! Kenapa aku harus menyukai namja seperti dia yang tak pernah
menghagai perasaan yeoja, terutama yang menyukainya!” tak ada orang dikelas
jadi aku bisa menangis sepuas ku
“jangan
menangis!” ucap seorang namja yang baru memasuki kelas. Aku langsung
menengadahkan kepala ku, namja itu duduk disamping ku.
“jangan
menangis! Air mata mu terlalu berharga, yah walau aku tak tahu kau menangis
karena apa tapi yang pasti kau tak pantas menangisinya”
“Donghae-shi”
aku segera menghapus air mata ku. Donghae adalah teman ku sejak SMP tapi kami
tidak dekat dia berbeda kelas dengan ku dan dia lebih tua dari ku 1 tahun
“jika boleh
aku tahu, mengapa kau menangis hmm?”
“aku… aku…
tidak bisa memberitahukan mu”
“baiklah,
tidak apa”
“hmm
Donghae-shi” panggil ku sedikit pelan tapi dia tetap mendengar dan menoleh
“apa menurut
mu aku cantik?”
“mwo?? Aaa…
hmmm… tentu saja kau cantik” ucapnya sedikit gugup
“kau tidak
berbohong?”
“aniyo… wae?
Kenapa kau mempertanyakan itu?”
“namja yang
kusukai tidak menyukai ku karna aku jelek, pendek, dan bodoh”
“aish siapa
namja itu? Apa dia itu namja bodoh. Ji Hyun-ah semua yeoja itu cantik, namja
yang menyukai yeoja karna fisiknya dia itu orang paling bodoh!”
“benarkah?”
“ne, tentu
saja. Cobalah untuk percaya diri, hwaiting” dia mengakat tangannya memberikan
semangat pada ku
“Donghae-shi
apa kah kau punya cara agar aku terlihat lebih cantik?”
“ne? hmmm”
dia terlihat berpikir
“pulang
sekolah nanti, kita pulang bersama kita akan kesuatu tempat” ucapnya setelah
berpikir
“kesuatu
tempat?”
“ne, kau tak
perlu khawatir aku tak punya niat buruk” katanya sambil tersenyum manis, ku
rasa aku bisa mempercayainya.
“baiklah”
aku tersenyum malu sambil menundukkan wajah ku
“baguslah,
kalau begitu aku kekelas ku dulu”
“ne” dia
langsung pergi keluar dari kelas ku
(????????????????????)
>Parking<
“mian
membuatmu menunggu lama” aku menghampiri Donghae yang sudah menunggu ku
diparkiran, aku sedikit menunduk karna tak enak
“ne
gwaenchana” ucapnya ramah
“masuklah”
lanjutnya sambil membuka pintu mobil
“gomawo” aku
langsung masuk kemobilnya
Selama
diperjalanan kami hanya diam, aku terlalu malu untuk memulai percakapan mungkin
karena ini pertama kalinya kami jalan bersama. Keheningan ini pun hilang saat
dia memulai percakapan
“apa kau tak
mau bertanya kita akan kemana?”
“ahh ne,
kita mau kemana?”
“kita akan
kesuatu tempat untuk merubah penampilan mu” ucapnya sambil sekilas melihat ku,
aku hanya mengangguk
“cha kita
sudah sampai, tunggu sebentar aku akan membukakan pintu” Donghae memutari
mobilnya lalu membuka pintu mobil
“gomawo”
“ayo masuk”
dia langsung menarik tangan ku mengikuti langkahnya masuk ke suatu tempat yang
sedikit ramai
“Young
tolong ubah penampilannya” Donghae berbicara dengan seorang yeoja sambil
menunjuk ku
“apa dia
yeojachingu mu” goda yeoja yang bernama Young itu pada Donghae
“aniyo… dia
teman ku” Donghae sedikit malu-malu
“baiklah.
Mari duduk disini, siapa nama mu?”
“Lee Ji
Hyun”
“baiklah Lee
Ji Hyun santai saja tak perlu gugup begitu kau akan bertambah cantik” yeoja ini
tersenyum manis pada ku
“kita lepas
kacamata ini dulu”
“aniyo” aku
menahan tangannya yang berniat melepas kaca mata ku “aku tak bisa melihat
dengan jelas tanpa kacamata ku” lanjutku
“tenanglah
kita akan memakaikan softlens pengganti kacamata” ucapnya ramah
Aku pun
hanya menurut
2 jam kemudian
“Donghae-shi
kami sudah selesai”
Donghae pun
terbengong melihat ku, entah karena apa mungkin karena aku sedikit berubah
“wow kau
tampak berbeda”
“jinja?”
“jangan
menunduk seperti itu” Donghae memegang dagu ku mengangkat wajah ku perlahan
“nah begini lebih baik”
Aku
tersenyum malu entah kenapa aku menjadi sedikit gugup karna Donghae yang terus
menatap ku
“hmm kalau
begitu kami permisi dulu Young, gomawo” Donghae langsung menarik ku masuk
kemobil
“Donghae-shi
bukankah kita belum bayar?”
“tenang
saja, itu adalah salon ibu ku jadi untuk apa aku membayar”
“ah ne” aku
menunjukkan senyun 5 jari ku
(????????????????????)
>next
day<
Aku berjalan
menuju kelas ku, aku sedikit gugup karna semua siswa melihat ku apa mungkin ada
yang aneh di diri ku. aku sudah sampai dikelas aku langsung masuk, sama seperti
siswa di luar mereka yang dikelas pun melihat ku bahkan juga siswinya mereka
yang tadinya berisik dan saat aku masuk semua nya menjadi senyap tak bersuara.
Aku langsung
duduk di bangku ku yang kebetulan dibelakang Cho Kyuhyun, Kyuhyun menoleh
kebelakang.
“kau tampak
berbeda?” ucapnya sambil tersenyum
Aku tak
menjawab, entah kenapa hati ku merasa berbunga-bunga padahal kemarin dia sudah
membuat ku patah hati
“apa kau
berubah karena aku?” lanjutnya penuh dengan percaya diri
“ani” jawab
ku singkat
“jangan
berbohong bukankah kau berubah karena ucapan ku kemarin, kau tahu kalau kau
seperti ini ku rasa aku mau menjadi namjachingu mu. Mau kah kau menjadi
yeojachingu ku Lee Ji Hyun?”
Aq tak
percaya bagaimana mungkin dia bisa mengatakan kata-kata yang sering ku impikan
dan yang ku pikir tak akan menjadi nyata tapi malah menjadi nyata. Belum sempat
ku menjawab Park songsaenim sudah masuk ke kelas
“selamat
pagi, hari ini kita kedatangan murid baru. Silahkan memperkenalkan diri”
“annyeong,
nama ku Choi Jae Kyong, bangapta”
Murid itu
tampak malu-malu, dan sama seperti ku
(????????????????????)
Kriiiiiiiiiinnnnggggg
Bel
istirahat pun dibunyikan semua siswa dan siswi dikelas pun mengeluarkan napas
legah mereka. Kyuhyun tampak melompat duduk disebelah ku
“kau belum
menjawab pertanyaan ku?”
“pe…
pertanyaan yang mana?”
“menjadi
yeojachingu ku?”
aku berpikir sejenak dan malah termenung teringat ucapannya yang begitu menyakitkan ku kemarin
aku berpikir sejenak dan malah termenung teringat ucapannya yang begitu menyakitkan ku kemarin
“Ji Hyun-ah”
panggil Kyuhyun yang menyadarkan ku dari renungan ku
“wae?”
“kau lihat
anak baru itu, aneh sekali. Kacamata besar, rambut yang diikat dua, tas
gendongnya, baju yang dimasukan dan bahkan dia membawa bekal. Itu sangat
memalukan, itu sangat bukan tipe ku. berbeda jauh dengan mu, cantik walau dulu
kau sama sepertinya tapi yang penting sekarang kau sudah cantik” ucap Kyuhyun
panjang lebar
‘jadi
Kyuhyun menyukai ku hanya karena aku yang bertambah cantik, dan jika aku
menjadi Ji Hyun yang dulu apakah dia akan mendekati ku? atau mungkin dia akan
mengatai ku seperti anak baru itu’ batin ku
“Ji Hyun-ah
ayolah… mengapa diam, jawab pertanyaan ku karena aku tidak suka menunggu!’
“mi… mian
Kyuhyun-ah aku tak bisa, aku tak bisa menjalin hubungan dengan namja yang
menyukai ku karena fisik ku. ada yang pernah berkata pada ku ‘namja yang
menyukai yeoja karena fisiknya adalah orang yang paling bodoh’ dan aku tidak
mau menjalin hubungan dengan orang yang bodoh! Gomawo sudah mau bertanya apakah
aku mau menjadi yeojachingu mu, kau membuat satu impian besar ku yang dulu
menjadi nyata tapi sekarang aku punya impian besar baru ku yaitu mengungkapkan
perasaan ku pada seorang namja yang menyukai ku apa adanya. Lagi pula kau
pernah bilang ‘carilah namja yang menerima ku apa adanya’ bukan?” aku pergi meninggalkan
Kyuhyun yang bengong mendengan ocehan panjang lebar ku. Sekarang aku sadar aku
tahu namja seperti apa yang pantas aku cintai
(????????????????????)
“Donghae-shi”
aku melambaikan tangan ku pada Donghae yang menungguku diparkiran
“sudah
lama?” tanya ku saat menghampiri Donghae
“aniyo”
Donghae berbalik ingin membuka pintu mobil, aku langsung memegang tangan
Donghae
Donghae langsung
membalikan badannya menatap ku
“aku ingin
bicara?”
“bicara
saja” senyumnya ramah
“Donghae-shi,
aku sudah menolak Kyuhyun”
“mwo? Kenapa
kau menolaknya? Bukankah kau berubah untuknya?”
“ne aku tahu
tapi aku sadar namja yang benar-benar tapat untuk yeoja adalah namja yang
menerima yeoja itu bagaimana pun dia, sedangkan Kyuhyun dia hanya mencintai ku
saat aku sudah berubah dan tak lama pun dia pasti bosan dengan ku lalu mencari
yeoja lain, namja seperti itu tak pantas ku kejar, bukan? dan Namja yang hanya
melihat seorang yeoja karena fisiknya adalah namja yang paling bodoh, benar
begitu bukan?”
“ne benar”
Donghae tersenyum membelai rambut ku
“dan
sekarang aku ingin mengejar namja yang patut ku kejar” aku menggenggam kedua
tangan Donghae
“maukah
seorang Donghae menjadi namjachingu ku yang menerima ku apa adanya?”
“ahh ne hmm
kenapa jadi yeoja yang menanyakan pada ku aish… hmm” Donghae berlutut didepan
ku
“mau kah kau
menjadi yeojachingu ku Ji Hyun-ah?”
Tanpa basa
basi dan pikir panjang aku langsung menjawab
“ne”
END